Kita kenalan dulu yaah... nama aku Noorhasanah asal dari (kuala kapuas) KALTENG aku bersekolah di MAN kapuas aku dilahirkan dikeluarga yang sederhana ibuku kerjanya membuat kue jajanan tradisional dan ayahku seorang petani saya anak ke empat dari empat saudara yaa anak bontot wkwk.... dulu waktu aku mendaftar di MAN KAPUAS itu tanpa test cuma dari hasil seleksi raport saja dan Alhamdulillah saat aku kelas XI saya mendapat beasiswa bantuan dari pemerintah untuk anak yang kurang mampu waktu itu besarannya Rp 500.000 persemester. Setiap hari aku bersekolah di MAN itu menggunakan sepeda mini disaat temen teman saya mengunakan motor saya masih mengayuh sepeda tiba dipenghujung kelas XII dimana siswa siswanya bertanya eeh kamu mau kuliah dimana dan disitu aku bingung harus jawab apaaa ketika temen saya nanya aku bilang aja di UNLAM (dulu taunya unlam bukan ulm) terus temenku nanya lagi UNLAM mana BJM atau BJB saya bilang aja BJM padagal waktu itu keinginan kuliah emang pengen di ULM tapi mengingat perekonomian keluargaku tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah. Waktu kelas XII tepat pada bulan januari guru BP disekolah bilang "siapa yang ingin kuliah di ULM dengan beasiswa bidikmisi datang aja ke ruang BP (FYI guru BP saya alumni FKIP ULM dan esok harinya datanglah aku sama temen temen ternyata setelah guruku cerita banyak alumni MAN Kapuas yang kuliah di ULM dengan Bidikmisi dan saat iti pula motivasi aku untuk kuliah mulai tinggi. Singkat cerita dipenghujung kelas XII pada bulan januari aku datang ke guru Matematika Bpk. Saiful Rahman S,Pd. Beliau lah yang mengubah nasibku tanpa beliau aku nggak tau sekarang aku ada dimana. Mulailah aku mengurus keperluan Bidikmisi dan SNMPTN pada tahap awal SNMPTN Alhamdulillah aku lolos sebelum pengisian jurusan apa yang akan dipilih kami para pejuang bidikmisi harus mengisi formulir pendaftran online bidikmisi dulu sepulang sekolah aku dan temen temen nggak langsung pulang tapi kami ke perpustakaan untuk mengisi formulir bidikmisi aku ingat betul pada saat pinjem laptop guru sosiologi ibu Siti Maslukhah, S.E dengan baik hati beliau mengijinkanku untuk memakai laptop dan wifi beliau aku sangat berterima kasih pada ibu. Dan selain aku mendaftar SNMPTN aku juga daftar STAN aku daftarnya di warnet karna dulu laptop dipakai kakak saya tapi tidak sampai pada tahap seleksi karena aku nggak mentransfer uang pendaftran sebesar Rp 250.000 karena bagiku uang sebesar itu besar sekali dan kalupun aku transfer itu belum tentu lolos jadi aku batalin niat ke STAN. banyak berkas berkas yang diurus pada saat pendaftran bidikmisi mulai dari surat keterangan tidak mampu (sktm), surat penghasilan orang tua, foto rumah tampak depan dan belakang, foto ruang keluarga, foto keluarga, foto copy kartu keluarga , scan piagam penghargaan dll. Singkat waktu itu aku daftar SNMPTN di dua provinsi yaitu UNPAR (Universitas Palangkaraya di KALTENG) dan di UNLAM (KALSEL) singkat cerita tibalah pengumuman SNMPTN kalau tidak salah tanggal 29 April 2017 jam 14.00 wib pergilah aku ke warnet setelah menunggu jam 14.00 saya buka situsnya dan ternyata lolos saya terharu dan nangis diwarnet wkwk... keesokan harinya ternyata nggak banyak teman teman saya yang lolo SNMPTN saya sangat bersyukur karena yang lolos SNMPTN dan bidikmisi hanya 3 orang (2 orang di ULM dan 1 orang di UNPAR). Nah waktu itu aku sama temenku kami sama sama nggak punya motor dan pada saat daftar ulang kami menggunakan bus mini untuk sampai ke Banjarmasin dan harus naik angkot dari bundaran kayu tangi ke ULM dan pulangnya kami pakai travel dan parahnya temenku diturunin dijalan karena rumahnya itu nggak dipinggir jalan besar udah nambah dari ongkos seharusnya eeh malah diturunin, tapi sayangnya temanku nggak ngambil nya karena terkendala biaya walaupun kami sudah dapat beasiswa tapi untuk keperluan diawal kuliah seperti kos, dan peralatan yang harus dibawa itu kita sendiri yang ngeluarin uang bagi kalian mungkin akan bicara gini " ma.. sayangnya maka sudah dapat bidikmisi kenapa kada diambil" (bahasa banjar). Saya paham betul kondisi teman saya dan saya mengerti kenapa dia mengambil keputusan itu. sekarang aku mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat fakultas Ilmu Sosial dan Politik prodi Ilmu Administrasi Bisnis. Udah dulu yaaa... nanti dilanjutin lagi... bye bye.... maafkan kemampuan menulis saya yang amburadul :^)
Kamis, 01 Maret 2018
Bidikmisi
Assalamualaikum Wr.Wb
Kita kenalan dulu yaah... nama aku Noorhasanah asal dari (kuala kapuas) KALTENG aku bersekolah di MAN kapuas aku dilahirkan dikeluarga yang sederhana ibuku kerjanya membuat kue jajanan tradisional dan ayahku seorang petani saya anak ke empat dari empat saudara yaa anak bontot wkwk.... dulu waktu aku mendaftar di MAN KAPUAS itu tanpa test cuma dari hasil seleksi raport saja dan Alhamdulillah saat aku kelas XI saya mendapat beasiswa bantuan dari pemerintah untuk anak yang kurang mampu waktu itu besarannya Rp 500.000 persemester. Setiap hari aku bersekolah di MAN itu menggunakan sepeda mini disaat temen teman saya mengunakan motor saya masih mengayuh sepeda tiba dipenghujung kelas XII dimana siswa siswanya bertanya eeh kamu mau kuliah dimana dan disitu aku bingung harus jawab apaaa ketika temen saya nanya aku bilang aja di UNLAM (dulu taunya unlam bukan ulm) terus temenku nanya lagi UNLAM mana BJM atau BJB saya bilang aja BJM padagal waktu itu keinginan kuliah emang pengen di ULM tapi mengingat perekonomian keluargaku tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah. Waktu kelas XII tepat pada bulan januari guru BP disekolah bilang "siapa yang ingin kuliah di ULM dengan beasiswa bidikmisi datang aja ke ruang BP (FYI guru BP saya alumni FKIP ULM dan esok harinya datanglah aku sama temen temen ternyata setelah guruku cerita banyak alumni MAN Kapuas yang kuliah di ULM dengan Bidikmisi dan saat iti pula motivasi aku untuk kuliah mulai tinggi. Singkat cerita dipenghujung kelas XII pada bulan januari aku datang ke guru Matematika Bpk. Saiful Rahman S,Pd. Beliau lah yang mengubah nasibku tanpa beliau aku nggak tau sekarang aku ada dimana. Mulailah aku mengurus keperluan Bidikmisi dan SNMPTN pada tahap awal SNMPTN Alhamdulillah aku lolos sebelum pengisian jurusan apa yang akan dipilih kami para pejuang bidikmisi harus mengisi formulir pendaftran online bidikmisi dulu sepulang sekolah aku dan temen temen nggak langsung pulang tapi kami ke perpustakaan untuk mengisi formulir bidikmisi aku ingat betul pada saat pinjem laptop guru sosiologi ibu Siti Maslukhah, S.E dengan baik hati beliau mengijinkanku untuk memakai laptop dan wifi beliau aku sangat berterima kasih pada ibu. Dan selain aku mendaftar SNMPTN aku juga daftar STAN aku daftarnya di warnet karna dulu laptop dipakai kakak saya tapi tidak sampai pada tahap seleksi karena aku nggak mentransfer uang pendaftran sebesar Rp 250.000 karena bagiku uang sebesar itu besar sekali dan kalupun aku transfer itu belum tentu lolos jadi aku batalin niat ke STAN. banyak berkas berkas yang diurus pada saat pendaftran bidikmisi mulai dari surat keterangan tidak mampu (sktm), surat penghasilan orang tua, foto rumah tampak depan dan belakang, foto ruang keluarga, foto keluarga, foto copy kartu keluarga , scan piagam penghargaan dll. Singkat waktu itu aku daftar SNMPTN di dua provinsi yaitu UNPAR (Universitas Palangkaraya di KALTENG) dan di UNLAM (KALSEL) singkat cerita tibalah pengumuman SNMPTN kalau tidak salah tanggal 29 April 2017 jam 14.00 wib pergilah aku ke warnet setelah menunggu jam 14.00 saya buka situsnya dan ternyata lolos saya terharu dan nangis diwarnet wkwk... keesokan harinya ternyata nggak banyak teman teman saya yang lolo SNMPTN saya sangat bersyukur karena yang lolos SNMPTN dan bidikmisi hanya 3 orang (2 orang di ULM dan 1 orang di UNPAR). Nah waktu itu aku sama temenku kami sama sama nggak punya motor dan pada saat daftar ulang kami menggunakan bus mini untuk sampai ke Banjarmasin dan harus naik angkot dari bundaran kayu tangi ke ULM dan pulangnya kami pakai travel dan parahnya temenku diturunin dijalan karena rumahnya itu nggak dipinggir jalan besar udah nambah dari ongkos seharusnya eeh malah diturunin, tapi sayangnya temanku nggak ngambil nya karena terkendala biaya walaupun kami sudah dapat beasiswa tapi untuk keperluan diawal kuliah seperti kos, dan peralatan yang harus dibawa itu kita sendiri yang ngeluarin uang bagi kalian mungkin akan bicara gini " ma.. sayangnya maka sudah dapat bidikmisi kenapa kada diambil" (bahasa banjar). Saya paham betul kondisi teman saya dan saya mengerti kenapa dia mengambil keputusan itu. sekarang aku mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat fakultas Ilmu Sosial dan Politik prodi Ilmu Administrasi Bisnis. Udah dulu yaaa... nanti dilanjutin lagi... bye bye.... maafkan kemampuan menulis saya yang amburadul :^)
Kita kenalan dulu yaah... nama aku Noorhasanah asal dari (kuala kapuas) KALTENG aku bersekolah di MAN kapuas aku dilahirkan dikeluarga yang sederhana ibuku kerjanya membuat kue jajanan tradisional dan ayahku seorang petani saya anak ke empat dari empat saudara yaa anak bontot wkwk.... dulu waktu aku mendaftar di MAN KAPUAS itu tanpa test cuma dari hasil seleksi raport saja dan Alhamdulillah saat aku kelas XI saya mendapat beasiswa bantuan dari pemerintah untuk anak yang kurang mampu waktu itu besarannya Rp 500.000 persemester. Setiap hari aku bersekolah di MAN itu menggunakan sepeda mini disaat temen teman saya mengunakan motor saya masih mengayuh sepeda tiba dipenghujung kelas XII dimana siswa siswanya bertanya eeh kamu mau kuliah dimana dan disitu aku bingung harus jawab apaaa ketika temen saya nanya aku bilang aja di UNLAM (dulu taunya unlam bukan ulm) terus temenku nanya lagi UNLAM mana BJM atau BJB saya bilang aja BJM padagal waktu itu keinginan kuliah emang pengen di ULM tapi mengingat perekonomian keluargaku tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah. Waktu kelas XII tepat pada bulan januari guru BP disekolah bilang "siapa yang ingin kuliah di ULM dengan beasiswa bidikmisi datang aja ke ruang BP (FYI guru BP saya alumni FKIP ULM dan esok harinya datanglah aku sama temen temen ternyata setelah guruku cerita banyak alumni MAN Kapuas yang kuliah di ULM dengan Bidikmisi dan saat iti pula motivasi aku untuk kuliah mulai tinggi. Singkat cerita dipenghujung kelas XII pada bulan januari aku datang ke guru Matematika Bpk. Saiful Rahman S,Pd. Beliau lah yang mengubah nasibku tanpa beliau aku nggak tau sekarang aku ada dimana. Mulailah aku mengurus keperluan Bidikmisi dan SNMPTN pada tahap awal SNMPTN Alhamdulillah aku lolos sebelum pengisian jurusan apa yang akan dipilih kami para pejuang bidikmisi harus mengisi formulir pendaftran online bidikmisi dulu sepulang sekolah aku dan temen temen nggak langsung pulang tapi kami ke perpustakaan untuk mengisi formulir bidikmisi aku ingat betul pada saat pinjem laptop guru sosiologi ibu Siti Maslukhah, S.E dengan baik hati beliau mengijinkanku untuk memakai laptop dan wifi beliau aku sangat berterima kasih pada ibu. Dan selain aku mendaftar SNMPTN aku juga daftar STAN aku daftarnya di warnet karna dulu laptop dipakai kakak saya tapi tidak sampai pada tahap seleksi karena aku nggak mentransfer uang pendaftran sebesar Rp 250.000 karena bagiku uang sebesar itu besar sekali dan kalupun aku transfer itu belum tentu lolos jadi aku batalin niat ke STAN. banyak berkas berkas yang diurus pada saat pendaftran bidikmisi mulai dari surat keterangan tidak mampu (sktm), surat penghasilan orang tua, foto rumah tampak depan dan belakang, foto ruang keluarga, foto keluarga, foto copy kartu keluarga , scan piagam penghargaan dll. Singkat waktu itu aku daftar SNMPTN di dua provinsi yaitu UNPAR (Universitas Palangkaraya di KALTENG) dan di UNLAM (KALSEL) singkat cerita tibalah pengumuman SNMPTN kalau tidak salah tanggal 29 April 2017 jam 14.00 wib pergilah aku ke warnet setelah menunggu jam 14.00 saya buka situsnya dan ternyata lolos saya terharu dan nangis diwarnet wkwk... keesokan harinya ternyata nggak banyak teman teman saya yang lolo SNMPTN saya sangat bersyukur karena yang lolos SNMPTN dan bidikmisi hanya 3 orang (2 orang di ULM dan 1 orang di UNPAR). Nah waktu itu aku sama temenku kami sama sama nggak punya motor dan pada saat daftar ulang kami menggunakan bus mini untuk sampai ke Banjarmasin dan harus naik angkot dari bundaran kayu tangi ke ULM dan pulangnya kami pakai travel dan parahnya temenku diturunin dijalan karena rumahnya itu nggak dipinggir jalan besar udah nambah dari ongkos seharusnya eeh malah diturunin, tapi sayangnya temanku nggak ngambil nya karena terkendala biaya walaupun kami sudah dapat beasiswa tapi untuk keperluan diawal kuliah seperti kos, dan peralatan yang harus dibawa itu kita sendiri yang ngeluarin uang bagi kalian mungkin akan bicara gini " ma.. sayangnya maka sudah dapat bidikmisi kenapa kada diambil" (bahasa banjar). Saya paham betul kondisi teman saya dan saya mengerti kenapa dia mengambil keputusan itu. sekarang aku mahasiswa di Universitas Lambung Mangkurat fakultas Ilmu Sosial dan Politik prodi Ilmu Administrasi Bisnis. Udah dulu yaaa... nanti dilanjutin lagi... bye bye.... maafkan kemampuan menulis saya yang amburadul :^)










